SAMBAS – Forum Komunikasi Mahasiswa Bidik Misi Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) menggelar malam keakraban bersama alumni di gedung Direktorat Poltesa, Sambas, Rabu (4/10/2017).

Malam keakraban tersebut dihadiri oleh seluruh mahasiswa Bidik Misi Poltesa serta dihadiri pula beberapa alumni lulusan dari kampus Poltesa.

Kegiatan dimulai dengan testimoni, berupa penyampaian semangat motivasi dari beberapa alumni.

Adapun alumni yang menyampaikan motivasi tersebut adalah Sobirin, Demisioner Ketua FKMB tahun 2015/2016, Astika yang merupakan Lulusan terbaik Poltesa serta Raza Falirza, Juanda dan Kardi yang ketiganya merupakan penggiat organisasi aktivis di kampus Poltesa.

Ketua Forum Mahasiwa Bidik Misi, Pahmi Ardi mengungkapkan, Malam Keakraban tersebut dilakukan untuk mempererat silaturahmi antar sesama mahasiswa Bidik Misi.

“Malam keakraban ini sangat penting dilakukan untuk mempererat silaturahmi antar sesama mahasiswa Bidik Misi, terutama dengan para senior yang sudah lulus,” ungkapnya, Kamis (5/10/2017).

Pembina Forum Komunikasi Mahasiswa Bidik Misi Poltesa, Fatmawati menambahkan, ia berharap dengan kegiatan ini nantinya para mahasiwa Bidik Misi Poltesa dapat belajar strategi di kampus.

“Semoga dengan motivasi dan arahan yang diberikan alumni yang sudah lulus, mahasiswa Bidik Misi Poltesa dapat banyak belajar, khususnya dalam memanajemen waktu agar aktif juga dalam organisasi kampus, dan tidak lupa juga dengan nilai yang harus dipertahankan agar Bidik Misinya tidak di cabut hingga selesai kuliah,” sambungnya.

SAMBAS – Peraih predikat lulusan terbaik Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) Habibi (27), memiliki kisah pilu di balik suksesnya, Minggu (30/09/2018).

Ia menceritakan, dirinya sejak duduk di kelas dua Sekolah Dasar (SD) sudah di tinggal ayahnya meninggal.

Oleh karenanya, ia harus hidup bersama ibunya yang berprofesi sebagai seorang ibu rumah tangga.

“Kebetulan saya tergolong kategori keluarga menengah ke bawah. Ayah saya meninggal sejak saya kelas dua SD. Sedangkan ibu saya murni seorang ibu rumah tangga tanpa bekerja,” ujarnya, Sabtu (29/9).

Untuk itu, demi menutupi biaya sekolahnya. Habibi mengatakan sekolahnya harus di biayai oleh keluarga, dan juga mengandalkan beasiswa.

“Jadi sebagian biaya sekolah saya ditanggung oleh saudara saya dan mengandalkan beasiswa. Hingga saya kuliah sebagian dari beasiswa,” tuturnya.

Tidak hanya itu, pria 27 tahun ini juga mengungkapkan kalau secara umur mungkin dirinya sudah terlambat untuk usia kuliah.

Karena saat tamat kuliah usianya sudah 27 tahun.

Namun ia yakin, dan percaya jikalau tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Sehingga ia harus mengorbankan masa mudanya terlebih dahulu untuk bekerja, demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk kuliah.

“Sehingga saya membiayai diri saya sendiri untuk kuliah, juga dibantu dengan beasiswa yang saya dapatkan,” terangnya.

Ia juga menjelaskan Sebelumnya ia tidak pernah berangan-angan untuk menjadi yang terbaik.

Karena tujuannya berkuliah adalah murni untuk menambah ilmu dengan harapan bisa merubah peruntungan nasib keluarganya.

Dengan demikian, ia pun bertekad untuk bisa menerapkan ilmu yang telah ditetapkan dengan sebaik-baiknya.

Ia juga Secara pribadi saya ingin membuka usaha berkaitan dengan disiplin ilmu yang ia miliki, yaitu teknik multimedia.