Presedium Korps Alumni Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), Aan Sumantri menyayangkan  pembelian lima unit mobil dinas baru bagi pimpinan DPRD Sambas. Hal ini katanya ini menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Bahkan pembelian mobil dinas tersebut juga digugat melalui Pengadilan Negeri Sambas karena dinilai tidak tepat di tengah kondisi pemerintah baik pusat dan daerah sedang fokus menghadapi dampak pandemi virus Corona.

“Apa yang dilakukan pemerintah daerah saat ini sangat disayangkan dan terkesan tidak peka terhadap permasalahan yang ada di Kabupaten Sambas. Pejabat negara seharusnya bicaranya bukan hanya sekedar boleh atau tidak secara hukum, tetapi juga harus mempertimbangkan nilai etik,” ujarnya Minggu (12/4).

Secara hukum katanya, memang boleh dilakukan, namun secara etika kurang etis, apalagi pembelian mobil dinas baru tersebut dilakukan saat permasalahan APBD yang kecil selalu dijadikan alasan ketika bicara berkaitan program infrastruktur dan program untuk hajat  masyarakat  umum.

“Apalagi diketahui penggunaan mobil dinas tersebut untuk pimpinan dewan,” katanya.

Dia berharap pimpinan dewan dapat menolak pemberian mobil dinas tersebut sebagai bentuk kerihatinan terhadap kondisi saat ini, ditambah lagi spesifikasi mobil dinas ini lebih tinggi dibanding mobil dinas pimpinan dewan periode 2014-2019 dan masih sangat layak untuk digunakan kembali oleh pimpinan dewan periode ini. (noi/ien)

 

https://www.suarapemredkalbar.com/read/sambas/12042020/pro-kontra-pembelian-mobil-dinas-miliaran-pejabat-sambas-dilaporkan-ke-pengadilan?per_page=2